“DUARRRR!!!!!” Terdengar suara ledakan besar di kota. Ledakan itu berasal dari monster jelmaan alien keturunan serigala yang menikah dengan angsa. Monster itu besar, kuat, dan … menjijikan! Ia mempora-porandakan kota, tapi tiba-tiba ada yang menabraknya dari belakang! Ternyata.. (deng,deng,deng) ternyata! (deng, deng,deng) Ternyata itu merupakan lava yang diambil dari film 2012 karena telah melanggar keamanan manusia. Loh? Bukan, itu adalah api yang dihasilkan oleh Swamp Fire! Dari bawah, Gwen dan Kevin ikut membantu menyerang. Ternyata, kekuatan monster Alserang (alien, serigala, angsa ) lebih dasyat 18.000 kali lipat dari kekuatan Ben (sengaja pake angka ‘18’ karena itu adalah nomor urutku di kelas… hehehe) Alserang memukul Ben hingga terhempas dan menabrak dinding gedung. Tapi ia segera bangkit, lalu terbang dengan api di kakinya. Di atas monster, ia membuat bola api untuk dilempar ke Alserang, tapi “tit,tit,tit… teoooot…” terlambat!! Omnitrix berkedip-kedip (padahal omnitirix kan gg punya bulu mata. Oh, bukan kedip-kedip gitu ya?) Swamp Fire kembali menjadi Ben dan Benpun terjatuh di atas monster Alserang. Ben yang jatuh langsung digenggam oleh tangan raksasa Alserang. Gwen dan Kevin panik. Mereka berusaha menyerang monster Alserang tapi tak berpengaruh. “Sekuntum mawar merah, yang kau berikan kepadaku, dimalam itu…” Loh? Apa itu? Oh, itu adalah suara ponselnya Kevin. Alserangpun bereaksi mendengar lagu itu. Ia melepaskan Ben dari genggamannya! Lalu… ternyata.. ia njoget!!! Ia menari-nari dan membuat semuannya makin parah!! Ia seperti bertambah kekuatan, ia lebih mudah untuk menghancurkan sebuah gedung! “Gwen, Awas!!” Triak Kevin yang melihat kaki Alserang hendak menginjak Gwen! Dengan cepat Kevin jongkok (bukan mau e’e lho ya…) dan berubah menjadi tanah. Ia menahan kaki Alserang yang hamper mengenai kepala Gwen. “Hah?” Gwen yang kaget melihat Kevin. Ia menoleh dengan putaran 90 derajat ke arah Kevin dengan Slow Motion. “Oh.. My love.. My Darling.. I wonder for your touch” “Jbok!”Tangan Gwen menampar Kevin “Hey?apa yang kau pikirkan? Hapemu bordering!”. “Ah, aku sepertinya benar-benar mendapatkan sentuhan itu. Tapi aku gg pernah mengira itu terasa sakit”pikir Kevin. “Kau melamun?? Apa itu telepon dari gadis idamanmu? Karena itu kau memasang nada dering yang berbeda, hah?”Tanduk Gwen keluar (eh,, masa Gwen punya tanduk. Hehe, maksudnya tingkat kriminalitas Gwen akan muncul dan Kevin menjadi sasarannya). “Ha? Tidak, bukan seperti itu!” timpal Kevin. “Jangan bohong!” Gwen mengepalkan tangannya ke atas dan menyetuh kaki Alserang. “hah,hah,” Kevin tidak kuat lagi. Keringatnya bercucuran bak orang mandi di kali. Eh, masa Kevin yang keren begitu mandi di kali? Tapi dia benar-benar tak kuat lagi. Di kala harapannya sudah pudar, tiba-tiba dia mendapat kekuatan sehingga dia tak perlu menggunakan tangannya untuk menahan kaki Alserang karena ternyata Humungosaur sudah siap membantu. “Ben? Kau merusak acaraku!”dengus Kevin sebal. Ben juga lebih kesal “Merusak acaramu dengan sepupuku maksudmu? Aku baru saja menyelamatkanmu!” “Aku tak minta!”Kevin tak mau kalah. Ben yang sangat sangat sangat sungguh sangat sebal sekali melempar kaki Alserang sehingga Alserang kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Kevin hanya bisa melongo. “Teooot…” Hunungosaur kembali menjadi Ben. Dan saat itu pula Alserang melihat ke arah Ben dan Kevin dengan tatapan marah yang luar biasa!!! Kevin ketakutan “O’ow, itu salahmu Ben.. Kau yang tangani, aku tak mau ikut campur” Ben tidak terima “Heeeh…Enak saja kau!” “Hwoaaaaaaarrrr!!!!!” Alserang berteriak dengan suara basah serak-serak bernada dasar G dan diturunkan lagi satu Oktav dengan tempo 4/4. Ben dan Kevin merinding, ngeri melihatnya. Tanpa sadar mereka berdua berpelukan saking takutnya. “Aaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!” Teriak Gwen. “Tenang Gwen, kami di sini, kau tak perlu takut pada Alserang” Ben menenangkan Gwen. “Aku tak takut pada monster itu! Aku takut pada kalian! Ternyata…Selama ini… selama ini.. Kalian… Kalian.. H.. Hoo. Hom… kalian homo!!!!” Kata Gwen kesal. “Aaaaaa!!!!!” Ben dan Kevin baru sadar mereka sedang berpelukan. Mereka segera melepaskan pelukan mereka.
Sementara di tempat lain yang lebih jauh, melewati dimensi lain ada beberapa biang criminal yang sedang ngerump (walah, kok kayak ibu2 ya?)…
Tobi : “Sejauh ini rencanaku berjalan dengan lancer. Semua ini tidak akan berhasil tanpa kau yang mengontrol monster itu…”
Pein : “Terimakasih tuan madara”
Tobi : “Juga tidak akan berhasil tanpa rencana jahat yang super itu”
Ozae : “Karena memang hanya itu yang ada dipikiranku”
Tobi : “Tapi kita benar-benar diuntungkan karena hasil experiment monster yang luar binasa itu”
…
Pein : “Orangnya anda injak tuan…”
Tobi : “Hah?”
Tobi segera melihat ke balik kakinya. Di situ ada plankton penyet! Jadi, ternyata… (deng deng deng deng) Akatsuki mengajak kerjasama RA Ozae (bukan Raden Ajeng Ozae lho ya, tp Raja Api Ozae) dan Plankton untuk menghancurkan kota!!! (deng deng)
Tobi : “Lama sekali untuk menghancurkan satu kota?”
Pein : “Maaf, ada gangguan sedikit, sepertinya ada yang dapat mengimbangi kekuatan monster itu…”
Tobi : “APA!!” dengan tatapan murka ia menoleh kea rah plankton “Kau tak bilang kalau di saa ada orang berkekuatan super!!”
Plankton: “Hah? Masa’? Kemarin sudah kuperiksa, Superman sedang berlibur dan cuti, jadi tak aka nada gangguan!”
Pein : “Maksud tuan madara adalah orang yang seperti Superman tapi bukan superman. Seperti Crabypetty dan Hotdog”
Plankton: “Krabypetty dan Hotdog ya? Kenapa tak bilang dari tadi? Kalau itu aku memang tidak tahu”
Tobi : “Huaaa!!!!!”
Pein : “tenang tuan, kita bisa meningkatkan kemampuan monster itu”
Tobi : “Ide bagus, bawa monster itu kemari!”
To be continued ...
